Abstrak Artikel ini mencoba untuk menjawab persoalan tentang tanggung jawab gereja dalam menjaga lingkungan hidup yang semakin terabaikan di tengah meningkatnya kerusakan alam. Banyak umat Kristen belum memahami bahwa merawat ciptaan merupakan bagian dari mandat Allah, sehingga gereja seringkali tidak memberikan respons teologis dan praksis yang memadai terhadap krisis ekologis. Padahal, Alkitab secara jelas menegaskan bahwa Allah adalah Pencipta, manusia ditetapkan sebagai pengelola bumi, dan dosa telah membawa dampak buruk tidak hanya bagi relasi manusia dengan Allah, tetapi juga bagi seluruh ciptaan. Melalui pemahaman ini, muncul beberapa pertanyaan penting bagi gereja masa kini, seperti: bagaimana gereja seharusnya memaknai hubungannya dengan alam? Nilai apa yang harus ditanamkan kepada umat dalam memperlakukan ciptaan? Dan bagaimana gereja dapat mengambil peran yang nyata dalam menanggapi persoalan lingkungan hidup? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menelaah dasar teologi penciptaan serta melihat praktik-praktik gereja yang dapat mendorong kepedulian ekologis. Dengan demikian, tanggung jawab gereja terhadap lingkungan hidup bukan sekedar isu sosial, tetapi bagian integral dari panggilan iman Kristen untuk memuliakan Allah melalui pemeliharaan bumi sebagai rumah bersama bagi seluruh ciptaan.
Copyrights © 2025