Penelitian ini mengkaji urgensi orisinalitas hadis sebagai sumber hukum kedua Islam yang berbeda dengan Al-Qur'an, mengingat sebagian besar periwayatannya secara ahad dan kodifikasi resminya yang baru dirintis pada abad kedua Hijriah. Problem validitas ini memicu kelahiran Ilmu Rijalil Hadis untuk meneliti para perawi, dengan dua cabangnya, yaitu Ilmu Tarikh ar-Rijal dan Ilmu Jarh wa al-Ta’dil. Kajian ini berfokus pada kontribusi Abu Qasim al-Dimasq dalam studi hadis melalui kitab monumentalnya, Tarikh Dimasyq. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, penelitian ini secara khusus memanfaatkan Tarikh Dimasyq sebagai sumber data primer yang kaya akan biografi rijal hadis, dilengkapi dengan sumber sekunder relevan dari jurnal dan kitab-kitab hadis lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan (library research), dengan menelaah, mencatat, dan mengidentifikasi informasi. Meskipun analisis data tidak dijelaskan detail di sini, inti permasalahannya adalah menguak bagaimana al-Dimasq mendokumentasikan dan menyajikan data perawi hadis. Hasil temuan diharapkan dapat memperlihatkan signifikansi Tarikh Dimasyq dalam memberikan informasi detail mengenai ratusan ribu perawi, yang menjadi fondasi penting bagi kritik sanad hadis. Simpulan akan menegaskan bahwa karya al-Dimasq bukan hanya catatan sejarah, melainkan juga ensiklopedia vital yang melayani kebutuhan validasi hadis, menunjukkan peran krusialnya dalam menjaga otentisitas ajaran Nabi.
Copyrights © 2025