Penelitian ini menganalisis pengaruh pengelolaan modal kerja terhadap Rentabilitas PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk selama periode 2020–2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan memiliki tingkat likuiditas yang sangat tinggi, ditunjukkan oleh current ratio yang berada pada kisaran 596%–801% kali selama lima tahun penelitian. Meskipun mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, kondisi ini sekaligus mengindikasikan adanya kelebihan likuiditas yang berpotensi mengurangi efisiensi operasional. Perputaran kas dan perputaran piutang mengalami peningkatan hingga masing-masing 4,6 kali dan 191 kali pada tahun 2024, namun perputaran persediaan tetap rendah pada level 2,5 kali, sehingga menunjukkan bahwa sebagian aset lancar belum dimanfaatkan secara optimal. Temuan ini menegaskan bahwa kelebihan likuiditas dapat berdampak negatif terhadap produktivitas dan menghambat pencapaian rentabilitas yang maksimal. Meskipun demikian, Return on Assets (ROA) meningkat dari 1% menjadi 11%, dan Return on Equity (ROE) meningkat dari 2% menjadi 14%, yang menunjukkan bahwa pengelolaan modal kerja secara keseluruhan masih mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja keuangan. Penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan aset lancar, khususnya pada komponen persediaan, agar perusahaan dapat mencapai rentabilitas yang lebih tinggi dan efisiensi operasional yang lebih baik.
Copyrights © 2026