Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari Persepsi Kemudahan Penggunaan, Persepsi Manfaat, dan Persepsi Risiko terhadap Keputusan Penggunaan QRIS untuk transaksi pembayaran pada mahasiswa di Solo Raya. Kemajuan teknologi informasi di era digital telah menjadikan sistem pembayaran non-tunai (cashless) semakin populer, dengan QRIS menjadi salah satu opsi yang baru muncul di Indonesia. Mahasiswa, sebagai bagian dari generasi digital, merupakan kelompok pengguna yang strategis dengan mobilitas dan kebutuhan transaksi yang tinggi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif , dengan populasi adalah mahasiswa di Solo Raya yang menggunakan QRIS. Sampel yang diambil 100 responden dengan metode purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, dengan skala pengukuran yaitu skala likert. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan uji signifikansi parsial (T) dengan alat bantu pengujinya yaitu SPSS 27. Hasil penelitian ini persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan dengan nilai 0,000 < 0,05, hal ini disebabkan keyakinan mahasiswa bahwa penggunaan QRIS mudah dipelajari, dipahami, dan simpel. Persepsi manfaat berpengaruh signifikan dengan nilai 0,000 < 0,05, hal ini kemungkinan disebabkan keyakinan mahasiswa bahwa QRIS lebih praktis dan efektif dalam bertransaksi. Sedangkan persepsi risiko tidak berpengaruh signifikan dengan nilai 0,104 > 0,05, hal ini diyakini karena mahasiswa percaya bahwa penggunaan QRIS terjamin aman dan wajar di lingkungan mereka
Copyrights © 2026