Di era digital saat ini, Teknologi Keuangan atau Financial Technology (Fintech) berkembang sangat pesat dan mendorong perubahan perilaku transaksi masyarakat khususnya Generasi Z. Salah satu inovasi dilakukan oleh Indonesia yaitu dengan membuat QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran non tunai yang praktis dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kemudahan, literasi keuangan digital, dan persepsi risiko terhadap keputusan penggunaan QRIS dalam transaksi non tunai oleh Generasi Z di Solo Raya. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan melibatkan 90 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala likert 5 poin dan dianalisis menggunakan SPSS 26. Penelitian ini menerapkan beberapa uji data yakni uji instrumen data (uji validitas dan uji reabilitas), uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas), analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis (uji t dan koefisien determinasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Persepsi kemudahan dan Literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS sedangkan Persepsi risiko berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat penerimaan Generasi Z terhadap QRIS lebih dipengaruhi oleh aspek kemudahan dan kemampuan literasi keuangan digital dibandingkan kekhawatiran terhadap risiko. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tingkat penerimaan Generasi Z terhadap QRIS dipengaruhi oleh kemudahan dalam menggunakan teknologi serta kemampuan mereka dalam memahami layanan keuangan digital. Selain itu, penelitian ini juga bisa menjadi dasar bagi pengembang layanan keuangan, pemerintah, serta lembaga terkait dalam menyusun strategi untuk meningkatkan penggunaan transaksi non tunai di Indonesia.
Copyrights © 2026