Pemahaman terkait pentingnya menjaga tata kelola untuk meningkatkan kualitas laba perusahaan sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komite audit dan kepemilikan institusional terhadap kualitas laba. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa laporan keuangan tahunan atau annual report perusahaan sektor consumer non cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2024. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sehingga memperoleh 105 perusahaan dengan 1 tahun pengamatan (105 observasi). Analisis data menggunakan analisis regresi data panel dengan menggunakan software Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, komite audit tidak berpengaruh terhadap kualitas laba. Sedangkan, variabel kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap kualitas laba. Secara simultan, keseluruhan variabel independen berpengaruh terhadap kualitas laba. Temuan ini menunjukkan bahwa komite audit tidak mampu mencegah atau mendeteksi praktik manajemen laba, sehingga keberadaannya tidak berkontribusi nyata terhadap kualitas informasi laba yang dihasilkan perusahaan. Selain itu, keberadaan institusi sebagai pemegang saham tidak selalu berfungsi efektif dalam melakukan pengawasan terhadap manajemen. Dalam beberapa kasus, investor institusional bersifat pasif atau memiliki hubungan tertentu dengan manajemen sehingga tidak mendorong terciptanya praktik pelaporan keuangan yang transparan. Akibatnya, manajemen memiliki ruang lebih besar untuk melakukan manajemen laba demi memenuhi target kinerja jangka pendek.
Copyrights © 2026