Penelitian Ini Mengkaji Proses Transformasi Gender Pada Transpuan Di Kota Gorontalo Melalui Perspektif Konstruksi Sosial Berger Dan Luckmann Dan Faktor Yang Melatarbelakangi Transformasi Ini Serta Mengankat Pengalaman Dalam Menjalani Kehidupan Sebagai Transpuan Di Tengan Norma Heteronormatif. Latar Belakang Penelitian Berangkat Dari Fenomena Ketidaksesuaian Antara Jenis Kelamin Biologis Dan Identitas Gender Yang Dialami Sebagian Individu, Yang Dipengaruhi Oleh Faktor Keluarga, Lingkungan Sosial, Serta Pengalaman Hidup Sejak Masa Kanak-Kanak. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Bagaimana Proses Eksternalisasi, Objektivasi, Dan Internalisasi Membentuk Identitas Gender Transpuan, Serta Mengidentifikasi Faktor Sosial Yang Mendorong Terjadinya Transformasi Tersebut. Metode Yang Digunakan Adalah Penelitian Kualitatif Dengan Pendekatan Deskriptif, Melalui Wawancara Mendalam, Observasi, Dan Dokumentasi Terhadap Tiga Informan Transpuan Yang Telah Bertransformasi Secara Konsisten. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Transformasi Gender Berlangsung Secara Bertahap Sejak Usia Anak-Anak Hingga Remaja, Ditandai Oleh Kecenderungan Bermain Dengan Teman Perempuan, Kenyamanan Mengekspresikan Sifat Feminin, Serta Proses Perubahan Penampilan Seperti Memanjangkan Rambut, Menggunakan Make Up, Hingga Mengadopsi Nama Baru. Faktor Ekonomi Keluarga, Minimnya Figur Ayah, Kedekatan Dengan Lingkungan Perempuan, Serta Dukungan Komunitas Turut Mempercepat Internalisasi Identitas Sebagai Transpuan. Kesimpulannya, Transformasi Gender Pada Transpuan Merupakan Proses Sosial Yang Dibentuk Melalui Interaksi Berkelanjutan Dengan Lingkungan, Bukan Sekadar Dorongan Biologis, Dan Berlangsung Melalui Mekanisme Konstruksi Sosial Yang Kompleks
Copyrights © 2026