Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada PT. Mertha Segara. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya penurunan tingkat kehadiran karyawan selama periode 2022–2024 yang mengindikasikan melemahnya disiplin kerja. Fenomena tersebut tercermin dari meningkatnya keterlambatan, ketidakhadiran tanpa keterangan yang jelas, serta kurang optimalnya kepatuhan terhadap peraturan perusahaan. Selain itu, ditemukan pula ketidaksesuaian antara peningkatan kompensasi yang diberikan perusahaan dengan tingkat kepuasan kerja karyawan, yang menunjukkan bahwa faktor nonfinansial masih perlu mendapat perhatian manajemen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sampling jenuh, di mana seluruh 49 karyawan tetap PT. Mertha Segara dijadikan sebagai responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, observasi langsung di lingkungan kerja, serta penggunaan data sekunder yang diperoleh dari dokumentasi perusahaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Square (PLS) untuk menguji validitas, reliabilitas instrumen, serta hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja dan kepuasan kerja karyawan berada pada kategori baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya terkait konsistensi kehadiran, kepatuhan terhadap aturan kerja, serta kesempatan pengembangan karier. Temuan penelitian juga membuktikan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kepuasan kerja terbukti mampu memediasi hubungan antara disiplin kerja dan kinerja karyawan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan disiplin kerja dan peningkatan kepuasan kerja sebagai strategi manajerial untuk meningkatkan kinerja karyawan serta efektivitas pengelolaan sumber daya manusia di PT. Mertha Segara.
Copyrights © 2026