Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator komprehensif yang digunakan untuk menilai kualitas pembangunan manusia melalui dimensi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak. Provinsi Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan IPM dari tahun ke tahun, namun capaian tersebut masih dihadapkan pada berbagai permasalahan sosial ekonomi, seperti ketimpangan pendidikan, kemiskinan, dan dinamika inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pendidikan, Tingkat Kemiskinan, dan Inflasi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  menggunakan data sekunder time series periode 2010–2022 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas dan akses pendidikan berperan penting dalam mendorong pembangunan manusia. Sementara itu, Tingkat Kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, menunjukkan bahwa kemiskinan menjadi faktor penghambat utama dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di sisi lain, Inflasi berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap IPM. Secara simultan, Indeks Pendidikan, Tingkat Kemiskinan, dan Inflasi berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan koefisien determinasi sebesar 99,5 persen. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan yang terintegrasi, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan pengendalian inflasi guna mendorong pembangunan manusia yang berkelanjutan di Jawa Timur.
Copyrights © 2026