Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk dan perilaku berisiko yang tinggi. Penularan TB paru sangat dipengaruhi oleh riwayat kontak erat dengan penderita TB aktif serta kebiasaan merokok yang dapat menurunkan daya tahan paru-paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan riwayat kontak dan kebiasaan merokok pada penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Maelang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2025 dengan jumlah responden sebanyak 92 orang, yang terdiri dari 27 responden positif TB paru dan 65 responden negatif TB paru. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur serta data sekunder dari Puskesmas Maelang, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 46–55 tahun (37%), berjenis kelamin laki-laki (72,8%), dan memiliki tingkat pendidikan terakhir SMP (33,7%). Sebanyak 27,2% responden memiliki riwayat kontak dengan penderita TB paru, seperti tinggal serumah, berbagi alat makan atau minum, serta berada dalam satu ruangan tertutup, sedangkan 18,5% responden memiliki kebiasaan merokok sebelum didiagnosis TB paru. Kejadian TB paru lebih banyak ditemukan pada responden yang memiliki riwayat kontak dan kebiasaan merokok dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki kedua faktor tersebut. Kesimpulannya riwayat kontak erat dengan penderita TB paru dan kebiasaan merokok berperan penting terhadap kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Maelang, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi, pengendalian faktor risiko, serta penguatan promosi kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2026