Penentuan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di tingkat desa merupakan proses krusial yang menuntut ketepatan sasaran, transparansi, dan objektivitas. Namun, di Desa Palangan proses penetapan penerima BLT masih dilakukan secara manual dan sangat bergantung pada rekomendasi perangkat desa, sehingga berpotensi menimbulkan subjektivitas dan ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan kuota bantuan yang tidak sebanding dengan jumlah warga yang membutuhkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai sistem pendukung keputusan dalam menentukan calon penerima BLT secara objektif dan terukur. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Empat parameter utama digunakan dalam penilaian, yaitu penghasilan, kondisi rumah, jumlah tanggungan, dan umur, yang masing-masing diberikan bobot sesuai tingkat kepentingannya. Data alternatif dinormalisasi berdasarkan jenis parameter benefit dan cost, kemudian dihitung nilai preferensinya untuk menghasilkan peringkat kelayakan penerima bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW mampu menghasilkan perangkingan yang jelas dan objektif. Dari sepuluh alternatif yang dianalisis, Ubay memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,916666667 dan dinyatakan sebagai calon penerima BLT paling layak. Dengan demikian, penerapan metode SAW terbukti dapat meningkatkan akurasi, transparansi, dan efektivitas dalam proses penentuan penerima BLT di Desa Palangan serta berpotensi diterapkan pada program bantuan sosial lainnya.
Copyrights © 2026