Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian negara, tetapi juga menghadapi risiko yang cukup tinggi, terutama bagi usaha yang berada di kawasan wisata dan warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami jenis-jenis risiko yang dihadapi serta cara-cara yang digunakan oleh UMKM perajin batik di Area Wisata Heritage KM 260B Banjaratma dalam mengelola risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus untuk memperdalam pemahaman tentang praktik pengelolaan risiko di area yang memiliki karakteristik spasial dan institusional yang khusus. Data utama diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 28 pelaku UMKM toko batik yang beroperasi di kawasan Rest Area Banjaratma, sementara data tambahan didapat dari dokumen dan literatur terkait manajemen risiko UMKM. Hasil menunjukkan bahwa UMKM perajin batik menghadapi berbagai jenis risiko seperti operasional, finansial, strategis, maupun eksternal. Risiko-risiko ini saling terkait dan semakin membesar karena ketergantungan kawasan terhadap pengunjung yang melalui jalur jalan tol dan fluktuasi kunjungan yang berfluktuasi sesuai musim. Cara mengelola risiko yang digunakan oleh UMKM ini umumnya masih informal, berdasarkan pengalaman pribadi, dan dilakukan secara mandiri, sehingga kurang efektif untuk menghadapi risiko yang memengaruhi seluruh kawasan. Temuan penelitian menunjukkan perlunya pengembangan model pengelolaan risiko yang lebih kontekstual dan kolaboratif, melalui kerja sama antara pelaku UMKM dan pengelola kawasan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris untuk pengembangan literatur tentang pengelolaan risiko UMKM serta menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM yang berbasis warisan budaya.
Copyrights © 2026