Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komprehensif terhadap kondisi keuangan lima perusahaan, yaitu PT SILO, PT SAME, PT SRAJ, PT PYFA, dan PT CARE, dengan memfokuskan pada rasio keuangan krusial untuk mengevaluasi kesehatan korporasi. Mengadopsi pendekatan kuantitatif deskriptif, studi ini menganalisis data sekunder dari laporan keuangan periode tertentu. Rasio yang diteliti meliputi Debt to Equity (D/E), Debt to Asset (D/A), Debt to Capital (D/C), Time Interest Earned (TIE), serta rasio aset terhadap ekuitas untuk menggali struktur modal, efisiensi penggunaan aset, dan kemampuan perusahaan dalam menutupi beban bunga. Hasilnya menunjukkan gambaran yang beragam. PT SILO muncul sebagai entitas dengan struktur keuangan paling sehat, ditandai oleh rasio utang yang rendah dan coverage bunga yang sangat kuat. Di sisi lain, PT SAME menunjukkan stabilitas relatif, meskipun terdapat tren kenaikan utang yang perlu diwaspadai. Kondisi yang memprihatinkan justru ditunjukkan oleh PT SRAJ dan PT PYFA, yang memiliki leverage tinggi dan kelemahan signifikan dalam menutup biaya bunga, sehingga rentan terhadap risiko solvabilitas. PT CARE mencatatkan anomali ekstrem di awal periode; meski rasio-rasinya kemudian normal, perusahaan ini tetap menunjukkan kelemahan fundamental. Implikasi praktis menekankan urgensi bagi perusahaan berleverage tinggi untuk merevisi struktur modal. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi berharga dalam memperkuat pemahaman mengenai korelasi rasio keuangan dengan stabilitas perusahaan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas sampel dan periode analisis agar hasil lebih komprehensif serta dapat dibandingkan lintas sektor.
Copyrights © 2026