Fenomena thrift fashion atau pembelian pakaian bekas semakin populer di kalangan Generasi Z di wilayah Solo Raya. Aktivitas ini tidak hanya dipandang sebagai alternatif berhemat, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi gaya hidup berkelanjutan yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai konsumsi yang bertanggung jawab. Perkembangan pesat media sosial turut memperkuat pengaruh electronic word of mouth (eWOM) dalam membentuk persepsi, kepercayaan, serta keputusan pembelian konsumen muda di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh eWOM dan harga (price) terhadap niat beli (intention to buy) konsumen thrift fashion Generasi Z di Solo Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei daring terhadap 114 responden berusia 15–28 tahun yang pernah membeli produk thrift secara online. Data dikumpulkan dengan kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eWOM dan harga memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap niat beli. Kredibilitas dan kualitas ulasan daring terbukti meningkatkan rasa percaya dan keyakinan konsumen terhadap produk, sedangkan persepsi harga yang terjangkau dan sesuai dengan kualitas produk memperkuat keinginan untuk membeli. Kombinasi antara komunikasi digital yang efektif dan strategi harga yang kompetitif menciptakan persepsi nilai yang positif terhadap produk thrift fashion. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha untuk memperkuat strategi pemasaran digital berbasis eWOM dengan mendorong partisipasi konsumen dalam memberikan ulasan positif, serta menjaga kesesuaian antara harga, kualitas, dan citra merek untuk meningkatkan daya tarik bagi Generasi Z yang sadar akan nilai dan keberlanjutan.
Copyrights © 2026