Perkembangan transformasi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem akuntansi modern, terutama melalui adopsi teknologi berbasis internet, komputasi awan, dan otomatisasi proses. Perubahan ini meningkatkan kecepatan, akurasi, serta efisiensi pengelolaan data keuangan, namun pada saat yang sama memunculkan risiko keamanan siber yang semakin beragam dan sulit dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola risiko keamanan siber serta pendekatan mitigasi yang dibahas dalam literatur ilmiah terkait sistem akuntansi digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan yang terstruktur. Penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar menggunakan kata kunci relevan dengan rentang publikasi tahun 2020 hingga 2025. Proses seleksi menghasilkan 25 artikel jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan dominasi penelitian yang berfokus pada wilayah Indonesia dengan metode kualitatif sebagai pendekatan utama. Analisis tematik mengelompokkan temuan ke dalam empat area utama, meliputi pemanfaatan blockchain dan kecerdasan buatan, perlindungan data dan privasi informasi, peran kebijakan dan regulasi pemerintah, serta bentuk ancaman cybercrime beserta upaya penanggulangannya. Studi ini juga mengidentifikasi keterbatasan penelitian empiris yang mengevaluasi penerapan keamanan siber secara langsung pada organisasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penguatan sistem akuntansi digital memerlukan integrasi teknologi yang adaptif, kerangka regulasi yang konsisten, serta peningkatan literasi keamanan siber bagi pelaku organisasi. Pendekatan terpadu tersebut diharapkan mampu mendukung keberlanjutan dan keandalan sistem akuntansi digital di masa depan.
Copyrights © 2026