Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konflik batin serta trauma psikologis yang dialami tokoh utama dalam novel Balerina Berdarah karya Alfida Nurhayati Adiana dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Novel ini mengisahkan kehidupan seorang balerina muda yang hidup dalam tekanan dunia balet profesional yang menuntut kesempurnaan teknik, disiplin tinggi, serta persaingan yang ketat. Tuntutan tersebut menimbulkan konflik internal yang kompleks, terutama pertentangan antara hasrat tokoh untuk memperoleh kebebasan artistik dan aktualisasi diri dengan tuntutan serta ekspektasi lingkungan yang membatasi ruang geraknya. Selain konflik batin, tokoh utama juga mengalami trauma psikologis yang bersumber dari kegagalan di masa lalu, kritik keras yang terus-menerus, serta perlakuan emosional yang bersifat menekan dan merusak kepercayaan diri. Trauma tersebut memengaruhi kondisi psikis tokoh, seperti munculnya kecemasan berlebihan, rasa bersalah, ketakutan akan kegagalan, dan dorongan perfeksionisme yang ekstrem. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks sastra terhadap unsur intrinsik novel, meliputi penokohan, alur, latar, dan simbol-simbol psikologis. Analisis data dilakukan melalui pengamatan terhadap perilaku tokoh, respons emosional, dialog, serta penggunaan citra simbolik, khususnya simbol darah yang merepresentasikan penderitaan fisik sekaligus luka batin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan psikologis berpengaruh signifikan terhadap perilaku dan pengambilan keputusan tokoh utama. Temuan ini menegaskan bahwa dunia seni pertunjukan tidak hanya menuntut kemampuan fisik dan teknis, tetapi juga menyimpan beban psikologis yang berat dan berpotensi menimbulkan trauma mendalam, sebagaimana digambarkan secara realistis dalam novel tersebut.
Copyrights © 2026