Perkembangan industri fashion yang pesat dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup serta meningkatnya kesadaran konsumen, terutama melalui tren thrifting dan dukungan terhadap brand lokal. Thrifting tidak hanya dipandang sebagai alternatif konsumsi yang ekonomis, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda. Di sisi lain, brand lokal terus mengalami perkembangan dengan menawarkan kualitas produk, identitas merek, dan nilai budaya yang mampu bersaing dengan produk impor. Kondisi ini menciptakan dinamika perilaku konsumen yang menarik untuk dikaji secara empiris, khususnya di wilayah Solo Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tren thrifting terhadap minat beli konsumen pada brand lokal di Solo Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 106 responden yang berusia minimal 17 tahun, berdomisili di Solo Raya, dan memiliki pengalaman berbelanja produk fashion dalam enam bulan terakhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana serta uji hipotesis setelah dilakukan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren thrifting memiliki hubungan positif terhadap minat beli konsumen pada brand lokal, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa minat beli konsumen terhadap brand lokal lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar tren thrifting, seperti kualitas produk, harga, kepercayaan terhadap merek, dan pengalaman konsumen. Oleh karena itu, pelaku brand lokal disarankan untuk memfokuskan strategi pemasaran pada faktor-faktor tersebut guna meningkatkan daya saing dan minat beli konsumen.
Copyrights © 2026