Dermatitis merupakan penyakit kulit inflamasi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada wilayah dengan kondisi lingkungan dan perilaku kebersihan diri yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara personal hygiene dengan gejala penyakit dermatitis di wilayah kerja Puskesmas Amurang Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional non-eksperimental dan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien dermatitis yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Amurang Barat sebanyak 407 orang. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner personal hygiene dan lembar checklist gejala dermatitis yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal hygiene responden berada pada kategori baik dan kurang baik dengan proporsi yang relatif seimbang. Sebanyak 21,3% responden mengalami gejala dermatitis. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara personal hygiene dan gejala penyakit dermatitis dengan nilai p = 0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa personal hygiene berperan penting dalam munculnya gejala dermatitis. Peningkatan perilaku kebersihan diri dapat menjadi upaya preventif yang efektif dalam menurunkan risiko penyakit kulit di wilayah kerja puskesmas setempat.
Copyrights © 2026