Salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif pada bayi adalah tidak optimalnya pengeluaran dan produksi ASI pada ibu postpartum. Proses menyusui dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI serta hormon oksitosin yang berperan dalam refleks pengeluaran ASI. Selain itu, hormon endorfin juga memiliki peran penting dalam meningkatkan rasa tenang, memperbaiki kualitas tidur, mengurangi rasa nyeri, serta menurunkan tingkat stres pada ibu. Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan pelepasan hormon oksitosin dan prolaktin sehingga mempermudah proses pengeluaran dan produksi ASI. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk merangsang hormon tersebut adalah melalui pijat oksitosin dan pijat endorphin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin dan pijat endorphin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan desain pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas data dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk apabila data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin dan endorphin adalah 55,33, yang menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value sebesar 0,001 (<0,005), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pijat oksitosin dan pijat endorphin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum.
Copyrights © 2026