Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi terhadap harga saham perusahaan yang tergabung pada Indeks LQ45 di BEI pada periode 2020–2024. Studi ini menerapkan metode kuantitatif melalui pendekatan asosiatif dan memanfaatkan data sekunder yang dihimpun dari BPS, BI, serta harga saham penutupan akhir tahun. Langkah analisis data yang diterapkan ialah regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan Indeks LQ45. Kenaikan inflasi menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan menurunnya daya beli masyarakat, sehingga berdampak pada penurunan kinerja perusahaan dan minat investor. Suku bunga juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, yang mengindikasikan bahwa peningkatan suku bunga mendorong investor mengalihkan dana ke instrumen keuangan yang lebih aman. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi, konsumsi, dan kinerja perusahaan. Secara simultan, inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan Indeks LQ45. Temuan ini menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi memiliki peranan penting dalam menentukan pergerakan harga saham serta dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor dan pembuat kebijakan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian manajemen keuangan nasional berkelanjutan, khususnya dalam konteks pasar modal Indonesia yang dinamis dan berkembang.
Copyrights © 2026