Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi kesehatan di era modern telah menghadirkan tantangan etika yang semakin kompleks dalam praktik medis profesional. Kemajuan ini menuntut tenaga medis tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesadaran etis yang kuat dalam setiap tindakan medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi etika kedokteran dalam perspektif Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah serta mengkaji bagaimana nilai-nilai keislaman tersebut dapat diintegrasikan secara aplikatif dalam praktik medis profesional di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui penelaahan literatur klasik dan kontemporer, karya ulama Nahdlatul Ulama, dokumen etika kedokteran, serta peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan normatif-konseptual dan content analysis untuk merumuskan kerangka etika kedokteran berbasis nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai utama Aswaja An-Nahdliyah, seperti tawassuṭ (moderasi), tawazun (keseimbangan), tasāmuḥ (toleransi), dan i‘tidāl (keadilan), memiliki korespondensi yang kuat dengan prinsip-prinsip etika kedokteran modern, yaitu beneficence, non-maleficence, autonomy, dan justice. Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan dalam relasi dokter dan pasien, pengambilan keputusan klinis, profesionalisme tenaga medis, serta penguatan sistem pelayanan kesehatan. Integrasi etika kedokteran berbasis Aswaja An-Nahdliyah berimplikasi pada terbentuknya praktik pelayanan kesehatan yang humanis, berkeadilan, berorientasi pada kemaslahatan, serta selaras dengan karakter sosial-keagamaan masyarakat Indonesia dan dinamika etika medis kontemporer
Copyrights © 2026