Manajemen kinerja dalam lembaga pendidikan sering kali terjebak dalam rutinitas administratif yang kaku dan sekadar pemenuhan formalitas prosedural, sehingga cenderung mengabaikan dimensi pengembangan kapasitas individu secara holistik. Fenomena ini menyebabkan potensi pendidik tidak tergali secara optimal karena penilaian hanya berfokus pada kuantitas dokumen daripada kualitas pertumbuhan personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model empowering performance management yang mengintegrasikan nilai-nilai etis-spiritual Islam ke dalam praktik manajemen kinerja modern untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih bermakna. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan riset kepustakaan (library research), yang mengkaji berbagai literatur manajemen kontemporer dan khazanah pemikiran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja harus direposisi sebagai alat pengembangan (developmental tool) yang substansial. Hal ini dilakukan melalui penerapan teknik Balanced Scorecard (BSC), Key Performance Indicators (KPI), dan Management by Objectives (MBO) yang diselaraskan dengan prinsip syura (partisipatif) dan amanah (akuntabilitas). Lebih lanjut, efektivitas manajemen kinerja diperkuat melalui strategi coaching dan mentoring yang berlandaskan pada empat pilar utama: ikhlas, amanah, rahmah, dan tazkiyah. Integrasi nilai-nilai ini mentransformasi hubungan antara mentor dan mentee menjadi relasi transendental yang berorientasi pada perbaikan diri berkelanjutan (muhasabah) serta pencarian makna kerja sebagai bentuk ibadah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan antara profesionalisme teknis dan kemurnian spiritual merupakan kunci utama dalam mewujudkan manajemen kinerja yang memberdayakan. Implementasi model ini diharapkan mampu menghasilkan pendidik yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk membawa kemajuan bagi lembaga pendidikan Islam di era global.insan kamil.
Copyrights © 2026