Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Lowokwaru 2 Kota Malang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa melalui pendekatan pembelajaran yang berpusat pada minat, bakat, serta pengalaman belajar berbasis proyek. Kurikulum ini memberikan ruang kebebasan bagi guru dan siswa dalam mengembangkan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan fokus kajian pada proses implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka serta dampaknya terhadap kreativitas siswa di tingkat sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori kebijakan publik menurut Thomas R. Dye, teori administrasi publik dari Nicholas Henry, teori implementasi kebijakan oleh George C. Edwards III, serta teori kreativitas yang dikemukakan oleh Guilford, Torrance, dan Munandar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka didukung oleh peran aktif kepala sekolah dalam kepemimpinan akademik, kesiapan dan komitmen guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, dukungan orang tua terhadap aktivitas belajar siswa, serta fleksibilitas kurikulum yang memungkinkan inovasi pembelajaran. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah hambatan, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, akses dan pemanfaatan teknologi yang belum optimal, serta pemahaman guru terhadap konsep Kurikulum Merdeka yang belum merata. Kesimpulannya, penerapan Kurikulum Merdeka di SDN Lowokwaru 2 Kota Malang mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kreativitas siswa, yang tercermin dari keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat, tingginya keterlibatan dalam proyek pembelajaran, serta kemampuan menghasilkan karya yang orisinal dan inovatif.
Copyrights © 2026