Penelitian ini mengkaji bagaimana konsumen memaknai merek lokal dalam proses pengambilan keputusan pembelian, dengan menempatkan sepatu Warrior di Kota Bandung sebagai konteks empiris. Fokus utama penelitian diarahkan pada peran citra merek dan harga sebagai faktor perseptual dan ekonomis yang membentuk keputusan pembelian, serta mengevaluasi sejauh mana kualitas produk masih berfungsi sebagai penentu utama dalam konteks persaingan pasar sepatu lokal. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui desain survei terhadap 100 konsumen yang memiliki pengalaman membeli dan menggunakan sepatu Warrior. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Proses analisis dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengujian kelayakan instrumen melalui evaluasi model pengukuran, hingga pengujian hubungan antarvariabel pada model struktural. Hasil analisis menunjukkan bahwa citra merek dan harga berperan signifikan dalam membentuk keputusan pembelian konsumen. Temuan ini mengindikasikan bahwa kekuatan merek serta persepsi harga yang sepadan dengan manfaat yang dirasakan menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih sepatu Warrior. Sebaliknya, kualitas produk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, yang mengisyaratkan bahwa aspek kualitas telah dianggap berada pada tingkat yang dapat diterima dan tidak lagi menjadi faktor pembeda utama. Secara keseluruhan, kombinasi citra merek, harga, dan kualitas produk mampu menjelaskan sebagian besar variasi keputusan pembelian konsumen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola merek sepatu lokal untuk memprioritaskan penguatan citra merek dan strategi harga yang relevan dengan persepsi nilai konsumen.
Copyrights © 2026