Perkembangan Artificial Intelligence (AI), terutama model bahasa canggih seperti ChatGPT, benar-benar membuka babak baru buat kita mengoptimalkan proses belajar mengajar di sekolah, khususnya di tingkat SMP. Penelitian ini fokus banget untuk membedah apa saja tantangan dan peluang yang muncul saat mencoba mengimplementasikan ChatGPT di SMP Pertiwi Kota Bandung. Selain itu, kita juga merumuskan strategi rekomendasi yang sifatnya kontekstual, khususnya dari perspektif pengembangan sistem informasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Data dikumpulkan lewat wawancara mendalam (sama guru, staf IT, dan kepala sekolah), observasi langsung di kelas dan saat pemanfaatan perangkat digital, plus studi dokumen terkait kebijakan dan sarana IT sekolah. Untuk analisisnya, data dipilah (reduksi), disajikan secara tematik, dan ditarik kesimpulannya. Kita juga pakai Analisis SWOT buat memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. SMP Pertiwi itu punya modal awal yang bagus ada lab komputer, perangkat, dan dukungan manajemen. Tapi, ada kendala krusial juga. Misalnya, bandwidth internet yang suka drop saat jam sibuk, ketersediaan perangkat yang belum merata, kemampuan digital guru yang masih beragam, dan yang paling penting, belum ada kebijakan resmi soal etika dan perlindungan data terkait penggunaan AI. Berdasarkan temuan tadi, ada beberapa rekomendasi strategis yang diusulkan seperti upgrade infrastruktur secara prioritas, bikin modul pelatihan guru berjenjang yang fokus ke teknis dan pedagogi AI, merumuskan panduan etika penggunaan AI, dan memperkuat kemitraan eksternal untuk bantuan teknis dan evaluasi dampak. Implementasi rekomendasi ini diharapkan bisa membuat integrasi ChatGPT di dunia pendidikan lokal jadi lebih bertanggung jawab, inklusif, dan pastinya berkelanjutan.
Copyrights © 2026