Penelitian ini membahas peranan anggaran piutang dalam menjaga keberlangsungan operasional badan pengelola apartemen. Anggaran piutang menjadi penting karena sebagian besar pendapatan badan pengelola bersumber dari iuran penghuni, seperti biaya layanan (service charge), sinking fund, dan pembayaran utilitas tertentu, yang dalam praktiknya tidak selalu dibayarkan tepat waktu. Kondisi keterlambatan pembayaran tersebut menimbulkan piutang yang dapat mengganggu arus kas, padahal badan pengelola tetap harus memenuhi kewajiban rutin, termasuk pembayaran gaji karyawan, biaya kebersihan dan keamanan, perawatan fasilitas, perbaikan sarana, serta pengeluaran operasional lainnya yang bersifat periodik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi pustaka. Data dan informasi dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder, seperti buku, modul, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik anggaran, piutang, manajemen kas, serta pengelolaan apartemen. Analisis dilakukan dengan menguraikan konsep-konsep utama, membandingkan pandangan para ahli, dan mengaitkannya dengan kebutuhan operasional badan pengelola apartemen dalam menghadapi risiko keterlambatan pembayaran iuran. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa anggaran piutang berperan penting sebagai alat perencanaan dan pengendalian penerimaan kas. Melalui penyusunan anggaran piutang, badan pengelola dapat memproyeksikan jumlah piutang yang kemungkinan tertagih, memperkirakan waktu penerimaan kas, serta menyiapkan langkah antisipasi ketika terjadi kekurangan kas. Dengan demikian, anggaran piutang membantu menjaga stabilitas keuangan, meminimalkan gangguan operasional, serta mendukung kelancaran penyelenggaraan layanan dan pemeliharaan fasilitas apartemen secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026