Pengelolaan destinasi wisata berbasis lingkungan menuntut penerapan manajemen risiko yang sistematis, adaptif, dan terukur guna menjaga keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi lokal. Tukad Bindu sebagai destinasi ekowisata perkotaan berbasis komunitas di Kota Denpasar menghadapi berbagai risiko pascarevitalisasi kawasan, meliputi risiko lingkungan, sosial, operasional, keselamatan pengunjung, serta risiko pemasaran dan keberlanjutan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi SMART Goals (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound) dalam kerangka manajemen risiko destinasi wisata Tukad Bindu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola dan masyarakat lokal, serta penyebaran kuesioner kepada pengunjung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengintegrasikan konsep manajemen risiko dan SMART Goals. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMART Goals berperan penting dalam mengarahkan strategi mitigasi risiko agar lebih fokus, terukur, dan realistis, terutama dalam pengelolaan lingkungan sungai, peningkatan kapasitas dan partisipasi komunitas, serta optimalisasi pemasaran digital destinasi. Penetapan tujuan yang jelas, indikator kinerja yang terukur, kesesuaian dengan kapasitas sumber daya, relevansi terhadap visi ekowisata berbasis komunitas, serta batas waktu evaluasi yang terstruktur terbukti meningkatkan ketahanan destinasi terhadap tantangan internal dan eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi SMART Goals dalam manajemen risiko dapat menjadi pendekatan strategis untuk memperkuat keberlanjutan destinasi wisata perkotaan berbasis lingkungan dan komunitas.
Copyrights © 2026