Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh Work Life terhadap Employee Performance dengan Corporate Culture sebagai variabel perantara pada karyawan Nuasana Living Management Surabaya. Permasalahan kinerja karyawan dinilai berkaitan dengan ketidakseimbangan kehidupan kerja serta budaya organisasi yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan path analysis, melibatkan seluruh karyawan tetap sebanyak 33 orang melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, serta model struktural menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan variabel Work Life memengaruhi Corporate Culture. Hal tersebut dapat mengindikasikan, Work Life (WL) memengaruhi signifikan pada Corporate Culture (CC). Bahwa makin seseorang tersebut mampu menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan kehidupan kerja, maka hal tersebut dapat menyebabkan munculnya Corporate Culture (budaya organisasi) yang kondusif. Hal ini sesuai dengan RBV teori yang dipergunakan pada studi ini, yang menjelaskan bahwa makin organisasi itu mampu memanfaatkan sumber daya yang dimiliki (karyawan yang mampu menjalankan work life) maka akan menyebabkan munculnya sesuatu yang produktif dalam hal ini Corporate Culture (CC) yang baik. Corporate Culture tidak mampu memediasi pengaruh Work Life terhadap Employee Performance. Hal ini menegaskan bahwa corporate culture (CC) tidak menjadi perantara pengaruh Work Life (WL) terhadap employee performance (EP). Ketidaksignifikanan ini terjadi karena work life (WL) memengaruhi cukup besar terhadap Corporate Culture (CC), tetapi Corporate Culture (CC) tidak cukup kuat untuk memengaruhi Employee Performance (EP). Dengan demikian, ada faktor lain seperti kepemimpinan, motivasi kerja, dan beban kerja yang dapat memperlemah hubungan antar variabel.
Copyrights © 2026