Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya peningkatan pelayanan publik di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar melalui inovasi digital SILATAR (Sistem Informasi Layanan dan Administrasi Tanah Datar) sebagai media implementasi Lima Nilai Budaya Kerja, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. Berbagai tantangan, seperti rendahnya disiplin pegawai, keterbatasan literasi digital, resistensi terhadap perubahan, serta belum optimalnya pelayanan publik, mendorong perlunya analisis mendalam terhadap efektivitas integrasi nilai budaya kerja dalam sistem digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi nilai budaya kerja melalui SILATAR, mengidentifikasi tantangan dan solusi yang dihadapi, serta menilai perkembangan pelayanan publik yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap pimpinan dan staf, observasi partisipan, serta analisis dokumen kebijakan dan arsip aplikasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SILATAR efektif mendukung implementasi nilai budaya kerja melalui peningkatan transparansi, efisiensi kinerja, inovasi berkelanjutan, tanggung jawab administratif, dan keteladanan aparatur. Tantangan yang ada direspons melalui penguatan SDM, pelatihan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan penguatan integritas digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi inovasi digital dan nilai budaya kerja mampu memperkuat tata kelola pelayanan publik, meskipun memerlukan komitmen kolektif dan dukungan infrastruktur yang memadai.
Copyrights © 2026