Transformasi tata kelola pendidikan pada era digital menuntut adanya mekanisme pengambilan keputusan berbasis bukti yang bersifat sistematis, akuntabel, dan adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis. Namun demikian, institusi pendidikan masih menghadapi kesenjangan epistemik antara ketersediaan data operasional yang melimpah dengan keterbatasan kapabilitas manajerial dalam mengonversi data tersebut menjadi informasi strategis yang dapat ditindaklanjuti. Penelitian ini bertujuan mengembangkan artefak teknologi berupa Decision Support System (DSS) melalui pendekatan Design Science Research (DSR) sebagai solusi yang mampu mengintegrasikan, memodelkan, dan mengkontekstualisasikan data institusional untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Artefak yang dikonstruksi, yaitu Edu-Decision v1.0, menerapkan arsitektur multi-lapisan yang mencakup integrasi data akademik, keuangan, dan sumber daya manusia, serta mengimplementasikan algoritma Analytic Hierarchy Process (AHP) sebagai mekanisme penentuan bobot prioritas kebijakan secara kuantitatif. Evaluasi empiris menunjukkan bahwa sistem mampu menurunkan durasi pemrosesan informasi strategis hingga 85% serta menghasilkan tingkat konfirmasi keputusan sebesar 92% terhadap kebijakan pimpinan. Evaluasi Technology Acceptance Model (TAM) mengindikasikan tingkat akseptabilitas teknologi yang tinggi, khususnya pada dimensi perceived usefulness dan perceived ease of use. Secara ilmiah, penelitian ini memperluas disiplin ilmu manajemen pendidikan dengan memposisikan DSS bukan sekadar sebagai alat administratif, tetapi sebagai entitas epistemik yang memperkuat transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas pengambilan keputusan. Temuan ini juga memberikan implikasi praktis terhadap institusi pendidikan dalam membangun budaya tata kelola berbasis data, sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan melalui integrasi kecerdasan buatan untuk skenario keputusan preskriptif di masa mendatang.
Copyrights © 2026