Pemilihan proyek konstruksi pada tahap pra-tender merupakan keputusan strategis yang berpengaruh langsung terhadap kinerja, profitabilitas, dan keberlanjutan perusahaan kontraktor. Namun, dalam praktiknya, proses pengambilan keputusan masih sering didominasi oleh intuisi dan subjektivitas, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kerugian serta ketidaksesuaian proyek dengan kapasitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendukung keputusan pemilihan proyek konstruksi pada tahap pra-tender berbasis multi-kriteria yang sistematis, terukur, dan objektif. Metode penelitian yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 88 responden praktisi konstruksi yang memiliki pengalaman dalam proses tender, serta dilengkapi dengan tahapan validasi dan penilaian konsistensi oleh pakar di bidang manajemen konstruksi. Lima kriteria utama yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi aspek keuangan, teknik, komersial, hukum, dan pemasaran, yang masing-masing diuraikan ke dalam beberapa sub-kriteria penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria keuangan memiliki bobot kepentingan tertinggi sebesar 0,239, dengan sub-kriteria sistem pembayaran sebagai faktor paling dominan dalam pengambilan keputusan pada tahap pra-tender. Model pendukung keputusan yang dikembangkan mampu memberikan panduan kuantitatif yang terstruktur, transparan, dan konsisten dalam mengevaluasi kelayakan proyek konstruksi, sehingga dapat membantu perusahaan kontraktor dalam meningkatkan kualitas keputusan, meminimalkan risiko proyek, serta menyelaraskan pemilihan proyek dengan strategi bisnis dan kapasitas internal perusahaan.
Copyrights © 2026