Transformasi ekonomi digital telah mendorong perubahan fundamental dalam model produksi dan distribusi UMKM, terutama pada era digitalisasi dan Society 5.0. UMKM tidak hanya dituntut memiliki keunggulan produk, tetapi juga kemampuan mengadopsi teknologi serta berintegrasi ke dalam ekosistem bisnis digital. Di Indonesia, kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional sangat signifikan, namun tingkat adopsi digital masih menunjukkan disparitas antardaerah. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Pulau Bangka, merupakan wilayah kepulauan yang memiliki potensi UMKM tinggi tetapi belum didukung oleh ekosistem digital yang memadai. Kondisi ini menegaskan perlunya penguatan model kolaborasi digital yang melibatkan pemerintah, platform digital, dan pelaku UMKM dalam rangka mendukung digitalisasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekosistem digital terhadap kinerja UMKM melalui adopsi bisnis digital sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan objek UMKM sektor perdagangan, kuliner, dan ekonomi kreatif di Pulau Bangka. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terhadap 100–150 pelaku UMKM dan data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi bisnis digital, dan adopsi bisnis digital berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Selain itu, adopsi bisnis digital terbukti memediasi hubungan ekosistem digital dan kinerja UMKM secara signifikan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa penguatan ekosistem digital hanya akan memberikan dampak optimal terhadap peningkatan kinerja apabila UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital secara aktif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026