Penganggaran modal merupakan salah satu aspek fundamental dalam manajemen keuangan yang berperan penting dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang. Melalui penganggaran modal, perusahaan dapat menilai kelayakan suatu investasi dengan mempertimbangkan manfaat, biaya, serta risiko yang mungkin timbul di masa depan. Keputusan investasi yang tepat akan mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha, sedangkan keputusan yang kurang tepat berpotensi menimbulkan kerugian dan mengganggu stabilitas keuangan perusahaan. Hal ini menjadikan penganggaran modal sebagai instrumen strategis yang perlu dipahami dan diterapkan secara efektif, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep penganggaran modal serta proses pengambilan keputusan investasi, dengan fokus pada implementasinya dalam konteks UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui berbagai sumber literatur, seperti buku teks manajemen keuangan, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penganggaran modal dan investasi pada UMKM. Analisis dilakukan dengan menelaah konsep teoritis dan membandingkannya dengan praktik yang umum dilakukan oleh pelaku UMKM. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara teoritis, penganggaran modal mencakup beberapa tahapan penting, mulai dari identifikasi peluang investasi, estimasi arus kas, penilaian risiko, hingga evaluasi kelayakan investasi. Namun, dalam praktiknya, UMKM cenderung menerapkan penganggaran modal secara sederhana dan informal. Keputusan investasi pada UMKM umumnya didasarkan pada kebutuhan operasional jangka pendek, ketersediaan arus kas, serta pertimbangan manfaat langsung yang dapat diperoleh. Meskipun demikian, penganggaran modal tetap memiliki peran penting dalam membantu UMKM mengambil keputusan investasi yang lebih rasional, terencana, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026