Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana influencer media sosial memengaruhi pembentukan citra merek serta keputusan pembelian konsumen. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui survei dan wawancara terhadap sepuluh informan pengguna aktif platform visual dan audiovisual seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Mayoritas informan merupakan perempuan berusia 15-25 tahun, kelompok yang dikenal responsif terhadap tren digital dan menjadi target utama influencer marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer dipersepsi sebagai figur dekat, autentik, dan komunikatif, sehingga mampu membangun kedekatan emosional (parasocial relationship) dengan audiens. Kedekatan ini meningkatkan kemungkinan konsumen menjadikan influencer sebagai titik awal mengenal produk dan membentuk minat awal. Namun, pembentukan citra merek tidak sepenuhnya bergantung pada influencer, karena informan bersikap kritis dan memvalidasi informasi melalui pengalaman pribadi serta ulasan pengguna lain. Sementara terkait keputusan pembelian, influencer memiliki pengaruh yang kuat pada niat beli pertama tetapi tidak signifikan terhadap pembelian ulang. Keputusan pembelian berulang lebih banyak ditentukan oleh pengalaman penggunaan produk secara langsung. Kesimpulannya adalah influencer berperan sebagai pembentuk awareness dan pemicu niat beli awal, namun tidak menjadi penentu citra merek dalam jangka panjang dan keputusan atas pembelian sehingga pelaku usaha harus lebih selektif dalam memilih influencer dengan memperhatikan aspek kredibilitas dan kesesuaian nilai.
Copyrights © 2026