Transformasi organisasi merupakan kebutuhan strategis BUMN untuk menghadapi disrupsi teknologi, perubahan regulasi, dan dinamika pemangku kepentingan. Manajemen risiko menjadi elemen krusial untuk memastikan transformasi berjalan terukur dan berkelanjutan. Namun, praktik manajemen risiko pada BUMN sering masih bersifat administratif dan belum terintegrasi dalam proses pengambilan keputusan strategis transformasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko dalam transformasi organisasi PT Indah Karya (Persero) serta mengevaluasi kontribusinya terhadap keberhasilan transformasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan informan purposive yang terdiri dari manajemen puncak, unit manajemen risiko, serta unit operasional dan SDM. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Indah Karya (Persero) telah menerapkan manajemen risiko secara formal sesuai tahapan identifikasi, analisis, mitigasi, dan pemantauan. Namun, implementasinya masih parsial dan belum terintegrasi secara sistematis dalam strategi transformasi. Risiko dominan yang muncul adalah resistensi budaya organisasi, ketidaksiapan SDM, dan risiko operasional akibat perubahan proses bisnis serta sistem informasi baru. Pembahasan risiko dalam forum pengambilan keputusan transformasi masih reaktif, sehingga mitigasi risiko cenderung jangka pendek dan kurang terukur. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen risiko belum berfungsi optimal sebagai instrumen strategis dalam transformasi organisasi PT Indah Karya (Persero). Penguatan integrasi manajemen risiko ke dalam sistem manajemen strategis, peningkatan peran manajemen puncak, serta koordinasi lintas unit diperlukan untuk memastikan transformasi berjalan efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026