Sektor pertanian jagung memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, khususnya sebagai sumber pendapatan utama masyarakat pedesaan dan penopang ketahanan pangan. Namun, petani jagung di Kecamatan Kusambi menghadapi permasalahan serius berupa penurunan minat dan keberlanjutan usaha tani yang tidak hanya disebabkan oleh aspek produksi, tetapi terutama oleh lemahnya manajemen distribusi hasil tani. Keterbatasan fasilitas distribusi, penyimpanan, serta sistem pemasaran yang terintegrasi menyebabkan rendahnya harga jual di tingkat petani dan melemahnya posisi tawar dalam rantai nilai pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran teknologi dalam manajemen distribusi hasil tani jagung dari perspektif manajemen ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review naratif-terstruktur dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta laporan lembaga resmi yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola permasalahan, peran teknologi, dan implikasi ekonomi bagi kesejahteraan petani. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi, teknologi pascapanen, dan sistem distribusi berbasis digital mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, serta memperkuat posisi tawar petani. Namun demikian, implementasi teknologi masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, literasi digital, dan akses pembiayaan. Oleh karena itu, pengembangan manajemen distribusi hasil tani jagung berbasis teknologi perlu diintegrasikan dengan penguatan kelembagaan petani dan dukungan kebijakan daerah agar tercipta sistem distribusi yang efisien, adil, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026