Jurnal Pengabdian Seni
Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER 2025

Pengembangan Sumber Daya dalam Pelaksanaan Karnaval Budaya G20 Cultural Ministers Meeting di Desa Tuksongo, Borobudur

Cahya, Aditya Hendra (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Dec 2025

Abstract

Candi Borobudur adalah salah satu kawasan superprioritas Indonesia yang dipilih menjadi salah satu venue dalam perhelatan G20 Cultural Ministers Meeting 2022. Salah satu subacara kegiatan pada perhelatan tersebut adalah Karnaval Budaya. Diharapkan masyarakat dapat mengembangkan sumber daya yang ada di desa masing-masing. Metode yang digunakan meliputi brainstorming, workshop, dan pelatihan kepada peserta karnaval. Pendampingan masyarakat dilaksanakan melalui pendekatan community-based development (CBD) oleh seniman profesional yang terbagi menjadi pendamping koreografi karnaval oleh para koreografer, pendamping instalasi oleh seniman patung, dan pendamping kostum oleh desainer. Pelaksanaan pendampingan melalui beberapa tahapan, yaitu rembug desa, pendampingan kreatif, kuratorial, proses kreatif, latihan koreografi, pembuatan kostum dan properti, hingga presentasi hasil. Melalui program ini masyarakat ikut terlibat langsung dalam pengembangan potensi atau sumber daya yang ada di Desa Tuksongo. Sumber daya alam berupa limbah jagung sebagai karya instalasi dan kostum serta pengembangan sumber daya manusia melalui tari rampak sebagai sebuah karya pertunjukan di perhelatan G20 Cultural Ministers Meeting 2022. Bukan hanya masyarakat dilibatkan menjadi pelaku utama, program pendampingan ini juga memberikan dampak positif pada interaksi sosial antarmasyarakat dan memupuk rasa gotong royong. Borobudur Temple is one of Indonesia’s super-priority tourist destinations that was selected as one of the venues for the 2022 G20 Cultural Ministers Meeting. This event involved residents from 20 surrounding villages with the Cultural Carnival serving as one of its main programs. This project aims to empower local communities through the development of existing human and natural resources. The methods implemented were brainstorming, workshops, and training sessions. Community mentorship was carried out through a Community-Based Development (CBD) approach. The professionals guide different creative aspects: choreographers for carnival choreography, sculptors for installation art, and fashion designers for costume design. The mentoring process comprised community discussions, creative assistance, curatorial processes, choreography rehearsals, costume and property creation, and final presentation. Through this program, the community of Tuk Songo actively participated in developing their local potential. Natural resources, such as corn husk waste, were transformed into installation artworks and costumes, while human resources were enhanced through collaborative dance performances. These creative outcomes were showcased at the G20 Cultural Ministers Meeting in 2022, witnessed by both invited guests and the general public. Beyond their roles as performers, the community experienced strengthened social interaction and a deepened spirit of mutual cooperation as a result of the mentoring process.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JPS

Publisher

Subject

Arts Humanities Social Sciences

Description

Jurnal Pengabdian Seni merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dipublikasikan kali pertama pada tahun 2020, Jurnal Pengabdian Seni adalah jurnal hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan artikel yang ...