Perpustakaan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam menjalankan sistem silang layan atau Interlibrary Loan (ILL) antar perpustakaan perguruan tinggi. Sistem ini sebenarnya bisa sangat membantu mahasiswa dan peneliti dalam mendapatkan akses ke lebih banyak koleksi tanpa harus bergantung hanya pada perpustakaan mereka sendiri. Sayangnya, pelaksanaannya tidak selalu mulus. Ada berbagai kendala, mulai dari perbedaan kebijakan antar perpustakaan, keterbatasan teknologi, sampai risiko ketersediaan koleksi yang sering dipinjam. Dari beberapa studi kasus, bisa dilihat bahwa keberhasilan ILL sangat bergantung pada kesiapan teknologi, aturan kerja sama yang jelas, dan strategi untuk mengurangi berbagai risiko dalam pengelolaan koleksi. Karena itu, UNESA perlu memperkuat infrastruktur digital, merancang kebijakan kerja sama yang lebih efektif, meningkatkan keterampilan pustakawan, serta lebih aktif dalam memperkenalkan layanan ini agar semakin banyak yang memanfaatkannya. Dengan strategi yang tepat, ILL bisa menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan informasi akademik sekaligus memperkuat kolaborasi antar perpustakaan di era digital. Kata kunci: silang layan, interlibrary loan, perpustakaan akademik, kerja sama perpustakaan, akses informasi
Copyrights © 2025