Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, terutama di tengah keterbatasan lapangan kerja formal. Namun, banyak pelaku UMKM masih menghadapi hambatan seperti lemahnya identitas merek, keterbatasan promosi digital, serta ketiadaan kontrak kerja sama yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan tersebut serta memberikan solusi strategis melalui edukasi dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah survei dan wawancara dengan pendekatan eksplanatori untuk memahami hubungan sebab-akibat dari permasalahan yang dihadapi tiga UMKM, yaitu Bila’s Factory, Dapur Zamzam, dan Produsen Thinner Pelangi. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi seputar KPPU, persaingan usaha yang sehat, dan pentingnya brand identity. Selain itu, intervensi berupa pembuatan logo, media cetak, media sosial, lama web, dan e-commerce juga dilakukan sebagai langkah konkret dalam memperkuat citra dan eksistensi usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan edukatif yang disertai digitalisasi dapat memberikan dampak nyata terhadap kesiapan UMKM dalam mengembangkan usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025