Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh produksi padi, luas panen, jumlah penduduk, PDRB harga konstan, persentase penduduk miskin, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), dan luas penutup lahan terhadap Indeks Ketahanan Pangan (IKP) meliputi seluruh 34 provinsi di Indonesia dalam jangka waktu penelitian 2019–2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data panel sekunder yang bersumber dari Badan Pangan Nasional serta Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan dengan menerapkan metode regresi data panel menggunakan pendekatan Random Effect Model (REM), yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa variabel tingkat kemiskinan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), dan luas penutup lahan memiliki pengaruh signifikan terhadap Indeks Ketahanan Pangan (IKP). Sebaliknya, produksi padi, luas panen, jumlah penduduk, dan PDRB tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kemiskinan dan luas penutup lahan berkontribusi negatif terhadap tingkat ketahanan pangan, sedangkan IKLH memberikan pengaruh positif. Temuan ini memperkuat bukti bahwa kondisi ketahanan pangan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga kebijakan yang berkelanjutan dan inklusif menjadi kunci peningkatan ketahanan pangan nasional.
Copyrights © 2025