Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen bank syariah melalui tiga dimensi utama: religiusitas, teknologi, dan faktor sosial. Dalam ekonomi Islam, perilaku konsumen tidak hanya berorientasi pada maksimalisasi kepuasan (utility), tetapi bertumpu pada pencapaian kemaslahatan (maslahah) dan kebahagiaan dunia-akhirat (falah). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis artikel jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor religiusitas merupakan fondasi utama nasabah dalam menghindari riba dan mencari keberkahan melalui akad seperti wakalah bil ujrah dan mudharabah. Namun, di era digital, bank syariah dituntut melakukan transformasi pada aspek inovasi dan data melalui pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, faktor sosial berupa budaya kolektif masyarakat Indonesia menjadi determinan kuat dalam pengambilan keputusan, di mana keterikatan komunal dan identitas sosial seringkali lebih dominan dibandingkan pertimbangan transaksional individual. Sinergi antara kepatuhan syariah, kecanggihan teknologi, dan pemahaman terhadap dinamika sosial menjadi kunci utama dalam meningkatkan loyalitas nasabah di industri perbankan syariah.
Copyrights © 2026