Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi pertanggungjawaban sosial pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Sumbawa Besar (Perumdam Batulanteh). Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PDAM memiliki peran strategis dalam menyediakan layanan publik yang tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan paradigma postpositivisme. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajer keuangan, staf teknis, dan masyarakat sebagai pengguna layanan, serta didukung oleh teknik dokumentasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDAM Sumbawa Besar telah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban sosial pada beberapa dimensi utama. Tanggung jawab kepada pemerintah diwujudkan melalui pelaporan kinerja keuangan dan non-keuangan yang transparan. Terhadap pegawai, perusahaan telah menjamin hak kesejahteraan, keselamatan kerja melalui BPJS, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan. Pengungkapan informasi sosial juga telah dioptimalkan melalui platform digital. Namun, penelitian ini menemukan bahwa tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan belum berjalan maksimal. Terdapat kesenjangan antara harapan publik dengan realitas layanan, terutama terkait kontinuitas aliran air yang sering terganggu, kualitas air yang terkadang keruh, serta lambatnya penanganan kebocoran pipa yang berdampak pada pemborosan sumber daya. Secara keseluruhan, PDAM telah mengintegrasikan akuntansi pertanggungjawaban sosial dalam operasionalnya, namun diperlukan peningkatan efisiensi infrastruktur dan komunikasi lingkungan untuk meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.
Copyrights © 2026