Biokomposit berbahan polivinil alkohol (PVA) terus diteliti dan dikembangkan karena sifat ramah lingkungan dan aplikasi yang luas. Akan tetapi, ketahanan mekanik biokomposit ini terbatas, dan keberadaan agen antibakteri membatasi aplikasi praktisnya dibandingkan dengan plastik konvensional. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan tersebut dengan mengintegrasikan nanocellulose yang berasal dari serat waru bersama dengan lapisan TiO2. Evaluasi biokomposit PVA-waru nanocellulose yang dilapisi TiO2 mencakup pengukuran kekuatan tarik, aktivitas antibakteri, morfologi melalui mikroskop elektron pemindaian (SEM), dan analisis sudut kontak. Hasil penelitian menunjukkan kemajuan signifikan, dengan kekuatan tarik meningkat dari 3,31 menjadi 8,41 MPa dan ketebalan meningkat dari 0,18 menjadi 0,62 mm, yang dapat dikaitkan dengan peningkatan ikatan silang yang difasilitasi oleh lapisan TiO2. Selain itu, uji antibakteri menunjukkan zona penghambatan minimal kurang dari 3 mm terhadap E. coli dan S. aureus. Biocomposites or bioplastics made from polyvinyl alcohol (PVA) continue to be researched and developed due to their environmentally friendly properties and wide range of applications. However, the mechanical strength of these bioplastics is limited, and the presence of antibacterial agents restricts their practical application compared to conventional plastics. This study aims to address these limitations by integrating nanocellulose derived from waru fibers with a TiO2 layer. The evaluation of TiO2-coated PVA-waru nanocellulose bioplastics includes measurements of tensile strength, antibacterial activity, morphology via scanning electron microscopy (SEM), and contact angle analysis. The results show significant progress, with tensile strength increasing from 3.31 to 8.41 MPa and thickness increasing from 0.18 to 0.62 mm, which can be attributed to enhanced cross-linking facilitated by the TiO2 layer. Additionally, antibacterial testing revealed a minimum inhibition zone of less than 3 mm against E. coli and S. aureus.
Copyrights © 2026