Buah jeruk merupakan buah non klimaterik sehingga buah ini harus dipanen secara tepat pada saat buah telah dalam keadaan masak secara fisiologis karena buah tidak dapat diperam. Produk hortikultura sesudah dipanen mengalami proses perubahan fisiologis yang dapat mempengaruhi sifat dan kualitas produk yang ditandai dengan perubahan warna, tekstur, rasa dan bau. Buah jeruk biasanya dijual di tempat terbuka sehingga mudah mengalami proses perubahan fisiologis. Masalah utama dalam penyimpanan buah jeruk pada suhu ruang adalah penurunan kualitas akibat menurunnya berat serta nilai gizi dan kadar gula. Hal ini disebabkan oleh proses respirasi yang berlangsung secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari laju deteriorasi fisik buah 3 varietas jeruk tiap lama penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilaksanakan pada Juli – Agustus 2023, di Laboratorium Bioteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas siam pontianak merupakan perlakuan terbaik dibandingkan dengan varietas keprok batu 55 dan varietas terigas. Hal tersebut dilihat dari hasil pengamatan varietas siam pontianak yang memiliki laju deteriorasi lebih rendah dibandingkan dengan varietas keprok batu 55 dan varietas terigas, yaitu dengan hasil laju deteriorasi susut diameter 0.45% perhari, laju deteriorasi susut bobot 0.53% perhari, laju deteriorasi tingkat kekerasan buah 0.9% perhari, laju deteriorasi kadar brix 0.9%, dan laju deteriorasi nilai pH 0.85% perhari. Hasil uji organoleptik rasa buah dan warna buah menunjukkan bahwa varietas siam pontianak dan varietas terigas lebih baik dibandingkan dengan varietas keprok batu 55.
Copyrights © 2025