Budidaya tanaman padi gogo di Indonesia pada lahan kering merupakan alternatif strategis dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan nasional, karena potensi lahan kering yang cukup luas. Jarak tanam yang berbeda dapat mempengaruhi populasi tanaman pada lahan dan penerimaan efisiensi absorbsi energi matahari. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2023. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, di Jatimulyo, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) diulang 3 kali dengan petak utama yaitu Jenis Mulsa dengan tiga perlakuan yaitu tanpa mulsa, mulsa jerami dan Mulsa Plastik Hitam Perak dengan anak petak yaitu Tata Letak dengan perlakuan bujur sangkar 30 cm × 30 cm (populasi 111.111 tan.ha-1), bujur sangkar 20 cm × 20 cm (populasi 250.000 tan.ha-1) dan jajar legowo 40 × 20 × 12,5 cm (populasi 266.666 tan.ha-1). Variabel yang diamati meliputi parameter pertumbuhan panjang tanaman, jumlah anakan per tanaman, jumlah daun per tanaman, luas daun per tanaman, bobot kering total tanaman per rumpun, parameter hasil jumlah anakan produktif per tanaman, gabah kering giling per tanaman, gabah kering giling per m2, hasil gabah kering per ha, bobot 1000 butir gabah, jumlah bulir per malai pengamatan berat kering gulma, dan perhitungan efisiensi absorbsi (Ea). Data yang diperoleh dilakukan pengujian menggunakan analisis ragam BNJ pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan. Dari analisis data pengamatan Mulsa Plastik Hitam Perak dan tata letak Jajar legowo 40 × 20 × 12,5 cm memberikan hasil yang signifikan terhadap produksi gabah kering sebesar 10,9 ton.ha-1 namun tidak mampu meningkatakan efisensi absorbsi padi gogo.
Copyrights © 2025