Bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman semusim yang mengandung berbagai macam komponen senyawa bermanfaat, seperti pigmen betasianin dapat digunakan sebagai perwarna makanan dan dapat mencegah penyakit kanker. Besarnya manfaat tersebut menjadikan bit merah mulai populer di Indonesia. Ketersediaan bit merah dapat dicapai melalui perbaikan sistem budidaya dengan cara mengatur tinggi bedengan untuk memperbaiki drainase dan mencegah terjadinya genangan air serta mengatur tingkat kepadatan tanaman untuk memberikan ruang tumbuh bagi tanaman bit merah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi antara tinggi bedengan dan tingkat kepadatan tanaman terhadap pembentukan lingkungan mikro, pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah serta mempelajari hubungan lingkungan mikro dengan pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2024 di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 kombinasi perlakuan antara tinggi bedengan dan kepadatan tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F taraf 5%, uji BNJ taraf 5% dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi prelakuan antara tinggi bedengan 50 cm dan kepadatan 91 tanaman berpengaruh terhadap pembentukan lingkungan mikro, pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah serta terdapat korelasi antara variabel lingkungan mikro dengan variabel pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah.
Copyrights © 2025