Introduction: Stroke non Hemorraghic merupakan penyebab utama kecacatan fisik, khususnya pada populasi lanjut usia. Salah satu manifestasinya adalah hemiparase yang berdampak pada gangguan mobilitas, kekuatan otot, koordinasi, serta kemampuan menjalankan aktivitas fungsional. Fisioterapi memiliki peran penting dalam rehabilitasi untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasiCase Presentation: Penelitian ini merupakan studi case report terhadap seorang pasien perempuan berusia 65 tahun dengan hemiparase dextra akibat stroke non hemoragik.Management and Outcome: Intervensi fisioterapi dilakukan selama tiga minggu (2 sesi/minggu) dengan modalitas Infrared (IR), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), latihan ROM aktif, massage, dan core muscle exercise. Evaluasi dilakukan pada T0, T1, dan T2 menggunakan NRS, MMT, MAS, dan Barthel Index Disability. Terjadi penurunan nyeri (NRS nyeri gerak: 6 menjadi 5; nyeri tekan: 4 menjadi 3) dan spastisitas (MAS fleksor elbow dan knee dextra dari 3 menjadi 2 dan 2 menjadi 1). Tidak ada peningkatan signifikan pada kekuatan otot maupun skor Barthel Index (tetap 85).Conclusion: Intervensi fisioterapi efektif dalam menurunkan nyeri dan spastisitas pada pasien pascastroke, namun peningkatan kekuatan otot dan kemampuan fungsional memerlukan intervensi lanjutan.
Copyrights © 2025