Fenomena meningkatnya angka golput pada Pemilu dan Pilkada 2024 menjadi salah satu isu krusial dalam dinamika demokrasi Indonesia. Sejumlah laporan resmi dan hasil survei, termasuk temuan LSI Denny JA yang mencatat rata-rata golput mencapai 37,63 persen di tujuh provinsi besar, menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam partisipasi politik masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor utama yang menyebabkan peningkatan golput pada tahun 2024 dengan menggunakan data sekunder dari lembaga survei, artikel ilmiah, dan laporan media kredibel. Hasil analisis menunjukkan bahwa golput dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, antara lain kelelahan politik setelah rangkaian pemilu nasional, rendahnya daya tarik kandidat yang dianggap tidak representatif, skeptisisme terhadap efektivitas pemilu dan institusi politik, serta minimnya literasi politik di berbagai lapisan masyarakat. Fenomena ini memiliki implikasi serius terhadap legitimasi pemimpin terpilih dan kualitas demokrasi secara keseluruhan. Kajian ini menegaskan pentingnya peningkatan edukasi politik, reformasi penyelenggaraan pemilu, serta penguatan kepercayaan publik terhadap institusi politik guna menekan angka golput pada kontestasi politik di masa mendatang.
Copyrights © 2025