Permasalahan kemiskinan masih menjadi isu strategis yang dihadapi oleh berbagai negara berkembang di dunia. Kondisi ini dapat menghambat pembangunan ekonomi serta menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (2023), angka kemiskinan di Indonesia menunjukkan tren fluktuatif dari tahun ke tahun. Pada 2020, Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbesar, di mana Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat persentase tertinggi. Faktor-faktor seperti IPM, upah minimum, jumlah penduduk, tingkat pengangguran, serta zakat turut memengaruhi tingkat kemiskinan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), upah minimum, jumlah penduduk, tingkat pengangguran, dan zakat terhadap kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode 2017–2024. Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan model regresi linier berganda melalui perangkat lunak EViews 10. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa IPM dan zakat berkontribusi menurunkan tingkat kemiskinan, sedangkan upah minimum tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Sementara itu, peningkatan jumlah penduduk dan pengangguran terbukti memperburuk tingkat kemiskinan di wilayah tersebut.
Copyrights © 2025