Sanitasi sebagai aspek pembangunan memiliki fungsi penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena terkait dengan kesehatan, gaya hidup, kondisi lingkungan hunian, dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Sanitasi merupakan faktor yang erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan dan kesehatan.Sanitasi seringkali dianggap sebagai masalah sekunder, sehingga seringkali terpinggirkan dari masalah lainnya, namun seiring tuntutan peningkatan standar kualitas hidup masyarakat, peningkatan tingkat polusi lingkungan dan keterbatasan daya dukung lingkungan itu sendiri membuat sanitasi menjadi aspek pembangunan yang harus diperhatikan. Masih sering ditemukan bahwa aspek pembangunan sanitasi, yaitu air limbah yang dilengkapi dengan sampah padat masih belum optimal. Kondisi ini berdampak buruk terhadap lingkungan. Berbagai penyakit yang penyebarannya melalui media air (water borne disease) pernah diderita oleh masyarakat, seperti penyakit diare, typhus dan lainnya. Hal ini merupakan indikasi rendahnya kualitas lingkungan. Dengan keterbatasan saran dan prasarana sanitasi diperlukan penelitian untuk mendapatkan rumusan strategi pengelolaan air limbah domestik di Kecamatan Enrekang. Berdasarkan permasalahan diatas maka penelitian ini difokuskan pada strategi bagaimana upaya dalam pengelolaan air limbah domestik. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan menggunakan studi kasus. Data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan pengumpulan dokumen, data primer diperoleh melalui pengamatan lapangan (survey) dan penyebaran kuesioner.Aspek yang ditinjau dari penelitian ini adalah aspek teknis dan pemberdayaan masyarakat. Dari aspek teknis adalah tersusunnya suatu teknologi yang tepat dalam pengelolaan air limbah domestik. Sedangkan aspek pemberdayaan masyarakat adalah bagaimana meningkatkan kepedulian masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik. Kata Kunci : Air limbah domestik, aspek teknis, Diare, aspek pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2026